
Seorang wanita yang kehilangan suaminya kerap dipanggil dengan sebutan janda.
Sementara seorang suami yang kehilangan istrinya dikenal dengan istilah duda.
Selain itu, seorang anak yang kehilangan kedua orangtuanya dikenal dengan istilah Yatim Piatu.
Namun apa jadinya jika yang merasakan kehilangan tersebut adalah orangtua, yang justru kehilangan anaknya ? Sebagian orang cenderung menyebut jika orangtua yang kehilangan anaknya adalah pihak yang sedang berduka.
Sayangnya hal ini lambat laun kerap terlupakan seiring berjalannya waktu dan orang-orang mungkin tak akan terlalu mengingat lagi kalau ada orangtua yang sudah kehilangan anaknya.
Yang sebenarnya tidak banyak diketahui orang adalah betapa sakit dan sedihnya perasaan seorang ayah dan ibu, ketika mereka harus mengantarkan dan ikut menguburkan anaknya di tempat peristirahatan mereka yang terakhir.
Hal ini lah yang belum lama ini dialami oleh seorang ayah yang justru kehilangan anaknya yang berusia 9 bulan akibat penyakit.

Ayah bernama Danhill Tan ini awalnya merasa sangat bahagia saat seorang bayi laki-laki hadir di tengah-tengah keluarganya.
Sang anak yang diberi nama Danric Maurice awalnya terlahir dalam kondisi sehat dan mendapatkan banyak curahan kasih sayang dari setiap anggota keluarganya.
Akan tetapi, belum lama ia menikmati indahnya kehidupan, Danric tiba-tiba jatuh sakit.
Melihat sang anak menderita, Danhill dan istrinya memutuskan membawa sang anak untuk mendapatkan perawatan medis.
Sayang, Danhill dan sang istri tak mengetahui kalau sang tak akan pernah keluar dari rumah sakit tersebut dalam keadaan sehat.

Awalnya mereka mengira sang anak bisa dibawa pulang setelah menerima perawatan medis di sebuah rumah sakit di Tiongkok.
Namun dokter yang merawatnya tiba-tiba memberitahu sang ayah kalau putranya mengalami kejang.
Dokter pun langsung membawa Danric ke Unit Perawatan Intensif Anak agar ditangani lebih lanjut.

Selama mendapatkan bantuan dari dokter, Danric yang masih sangat kecil terus berjuang untuk bisa bertahan hidup.
Penyakit aneh yang menyerang sang anak sampai-sampai membuatnya tak bisa lagi bernapas dengan mudah.
Bahkan dokter sampai memasangkan alat khusus agar bayi malang ini bisa bernapas dengan mudah.
Selama hampkir 17 jam lamanya, Danhill dan sang istri harus merasakan kesedihan yang menusuk saat melihat sang anak perlahan tak mampu lagi berjuang melawan penyakitnya.

Walaupun tanda-tanda kehidupan sang anak perlahan memudar, ia dan sang istri masih terus berpikir positif sembari berdoa agar adanya mukjizat pada Danric.
Namun sayang, takdir berkata lain.
Setelah berjuang cukup lama, Danric menghembuskan napas terakhirnya di rumah sakit tersebut.

Kisah perjuangannya dalam merawat sang anak turut dibagikan Danhill Tan melalui akun Facebook pribadi miliknya.
Tidak sedikit netizen merasa tersentuh melihat pengorban suami istri ini yang terus merawat sang anak meski kenyataan pahit harus mereka rasakan.
Selamat jalan Danric…
Advertisement